Setelah berhari-hari patah hati, ternyata kepergianmu memang membuat semua terasa berbeda. Kebiasaan yang dulu dijalani kini datang sebagai kenangan yang mendatangkan hampa. Sempat aku merasa semua tidak akan pernah seindah denganmu, sempat aku merasa sepi. Namun, nyatanya semua ketakutan itu hanya pikiranku saja. Hidup masih saja bisa bahagia. Kamu hanya seorang yang ditakdirkan singgah, lalu membuat hatiku patah. masih banyak pilihan yang bisa kupilih untuk menjalani hidup yang lebih baik. Untuk menata hati yang sempat lupa, bahwa cinta bukan kamu saja.
Aku merenung lebih lama. Meyakinkan diri untuk lebih kuat lagi. Pelan pelan mencoba membisikan kepada diriku. Semua akan lebih baik. Hidup tanpamu mungkin akan terasa sulit sementara, lalu semuanya akan baik-baik saja. Aku hanya perlu belajar melepaskan semua sedih. Lalu, setelah semua sedih lepas, sudah saatnya bahagia kembali kudapatkan. Kukuatkan hati, lalu belajaf mengatakan selamat tinggal kepadamu. Selamat berjalan kisah indah yang oernah kita miliki dulu. Pada akhirnya, kamu memang hanya akan kusebut masa lalu akan kubiarkan semuanya benar-benar pergi, agar hatiku lapang gak perih lagi mengingatmu.
Memang cara terbaik menenangkan diri setelah terluka, adalah dengan menerima bahwa aku bukan orang yang kamu cinta. Pelan-pelan, aku serinh bercermin, menatap diriku sendiri. Menanyai apa hang kuinginkan setelah kamu pergi. Lalu, memaksa bibirku untuk tersenyum. Berat memang rasanya melakukan yang belum kubiasakan. Seiring waktu berjalan, aku akhirnya menerima kamu hanyalah seorang yang melahirkan kehampaan. Aku mungkin tidak bisa mengusir ingatan yang datang membawamu, ingatan yang membuat hidup terasa lebih berat. Namun, aku selalu punya kesempatan untuk mengabaikan. Itulah cara terbaik untu tetap bahagia.
setelah berbulan-bulan parah hati, aku meyakini satu hal yang pasti. Menikmati kepergianmu adalah sesuatu yang memang harus kulalui. Masa-masa sakit dan sulit itu sudah mengajarkan aku bangkit dari masa lalu. sudah seharusnya memang aku melepaskanmu. Tidak sepantasnya aku menyesalu kepergianmu. masih panjang jalan yang harus kutempuh. Kelak, akan ketemukan bahagia yang lebih utuh. Aku senang kamu memilih berlalu. Namun, semuanya telah menjadi pelajaran berarti. Aku tidak menyesali pernah menjalani semua dengamu. Akhirnya aku lega, setelah berhasil melewati masa-masa patah hatinya. Aku memahami, aku pun berhak bahagia.
Boy Candra|Senja, Hujan, Dan Cerita Yang Telah Usai|13/03/2015.
Komentar
Posting Komentar